Papua Lumbung Sagu, Bukan Lumbung Beras, Apalagi Sawit - UTER BIRU

Header Ads

test

Papua Lumbung Sagu, Bukan Lumbung Beras, Apalagi Sawit

Papua Lumbung Sagu, Bukan Lumbung Beras, Apalagi Sawit!

 Kenapa paksa Papua jadi lumbung beras untuk ketahanan pangan nasional -Mifee-

- Fakta Tentang Sagu:

1. Sagu lebih menyehatkan daripada beras;

2. Sagu termasuk bahan pangan dengan indeks glikemik renda sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes,

3. Sagu mengenyangkan dan tahan lama tapi tidak menyebabkan kegemukan,

4. Indonesia adalah penghasil sagu terbesar di dunia karena 60 persen bahan pangan itu ada di Indonesia terutama Papua dan Papua Barat,

5. Pasti sagu juga dapat dijadikan gula cair yang bisa digunakan industri makanan dan minuman. Mengurangi impor gula,

6. Sagu dapat mengurangi impor Tepung dan Gandum, pasti sagu dapat digunakan untuk dapat membuat roti, kue kering, biskuat, kerupuk, pempek, bakso dan mie

7. Pasti sagu juga bisa diolah menjadi energi alternatif bioetanol dan etanol untuk pengganti bensin,

8. Potensi produksi sagu juga lebih besar dibandingkan beras, untuk menghasilkan 30 juta ton beras per tahun, dibutuhkan lahan seluas 12 juta hektare. Sedangkan untuk mengahasilkan 30 ton sagu hanya diperlukan lahan seluas 1 juta hektare,

9. Luas lahan 5,2 hektare yang ada di Papua dan Papua Barat saja bisa dihasilkan 150 juta ton roti sagu. Jumlah itu bisa untuk memberi makan satu miliar orang,

10. Sagu selalu hidup berdampingan dengan air. Budidaya sagu sama artinya dengan mempertahankan atau konservasi air,

11. Kawasan sagu juga akan selalu hijau berfungsi sebagai paru-paru dunia karena menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen,

12. Ampas sagu dapat digunakan sebagai pakan ternak dan muda tumbu jamur selain dijadikan kompos atau peptisida nabati,

13. Sagu dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, dan mengurangi impor beras.(Redaksi topik)

No comments